Manhaj Islam

Disini tempat komunitas muslim,disini juga anda bisa berbagi ilmu tentang Islam,Aqidah,Tauhid,akhlaq dll. http://groups.google.co.id/group/Manhaj-Islam http://asia.groups.yahoo.com/group/manhaj_islam/

Sunday, September 17, 2006

REAKTUALISASI PERAN &FUNGSI GENERASI MUDA ISLAM DALAM AKTIVITAS DAKWAH SEBAGAI SOLUSI PROBLEMATIKA UMMAT

PEMUDA : POTENSI DAN SUMBER DAYA KEKUATAN
Pemuda telah dipahami sebagai sosok harapan bagi setiap generasi. Merekalah yang akan memegang tongkat estafet perjungan baik buruknya setiap masa disebabkan potensi yang dimilikinya jauh lebih besar jika dibandingkan dengan anak-anak maupun orang tua.Aktivitas yang dilakukan sebagai suatu cerminan bagi masyarakat dan tumpuan kelangsungan hidup serta dalam rangka mempertahankan norma-norma yang selama ini mereka tanamkan. Semangat dan daya pikirnya telah memberikan corak dan warna sendiri bagi perubahan ke arah yang lebih baik ataupun bisa jadi yang terjadi sebaliknya.Lihat saja, misalkan perjuangan pemuda itu salah arah; banyak generasi yang jatuh menjadi korban.Pemikiran Komunis Karl Mark yang diemban pula oleh para pemuda telah menyesatkan banyak manusia di seluruh penjuru dunia bahkan tatkala mereka telah meyakini aqidah yang batil ini, mau berjuang mati-matian dan menghadapi resiko yang tidak ringan. Realita yang terjadi saat sekarang inipun juga sangat memprihatinkan kita. Tindak kriminal dengan modus operandi yang sangat bervariasi tidak sedikit yang dilakukan oleh para pemuda; mulai dari pembunuhan,penganiayaan, pemerkosaan, perampokan, penipuan dan lain-lain. Aksi tawuran dikalangan pelajar seakan akan telah menjadi trend dan kebanggaan untuk menunjukkan eksistensi kepemudaannya. Pergi ke diskotik,bar, dan nigt club telah menjadi budaya dan mengakar sekaligus telah menjadi budaya yang mendominasi kehidupan mereka. Kepuasaan mereka hanya sebatas pada penyalahgunaan obat-obat terlarang semacam ganja, kokain, sampai pada ectasy dan diiringi dengan model gaya hidup yang serba hedonis, materialistis, dan permisif. Sangat sulit menghitung seberapa jauh pemuda yang telah menghancurkan masa depannya sendiri dengan aktivitas seperti tersebut diatas. Secara otomatis keberadaan pemuda sebagai Agent of Social Control juga semakin terpuruk dan tidak jelas arahnya. Fakta diatas menunjukkan atau membuktikan bahwa pemuda berada pada titik kritis yang dilematis dan telah terkontaminasi dengan nilai-nilai ajaran yang membingungkan tanpa batasan-batasan yang jelas. Akibatnya, kalau pemuda tidak selektif terhadap setiap pemikiran ataupun aktivitas yang mereka lakukan bisa jadi salah arah dan berakibat fatal bagi sosok pemuda itu sendiri. Oleh karena itu hendaknya pemuda Islam senantiasa berfikir secara jernih dan mendalam sebelum memilih dan mengambil langkah untuk beraktivitas. Memandang kehidupan ini dengan azas yang benar dan hendaknya mampu memberdayakan masyarakat sebagai objek yang akan mereka ajak untuk mengemban suatu aturan hidup serta menghasilkan peradaban yang agung dan mulia. Yaitu dengan membangun sistem yang akan mampu membawa manusia kepada kedamaian serta kesejahteraan dan keadilan yang jelas berbeda dengan ideologi kapitalis dan komunis yang senantiasa diliputi dengan kegoncangan dan menimbulkan kesengsaraan rakyat. Kesemuanya itu hanya bisa dicapai jika para pemuda Islam benar-benar konsisten di dalam mengemban dakwah Islam hingga Dien yang telah diridloi Allah ini benar-benar hadir sebagai sebuah mabda .
MENYOROTI SOSOK PEMUDA ISLAM YANG TANGGUH
Jauh sebelum Islam muncul ke permukaan bumi ini, para nabi dan rasul yang diutus menyampaikan wahyu Allah dan syari atNya kepada umat manusia, semuanya orang-orang yang terpilih dari kalangan pemuda yang berusia sekitar 40 tahunan. Bahkan ada diantaranya yang diberi kemampuan untuk berdebat dan berdialog sebelum umurnya genap 18 tahun. Berkata Ibnu Abbas r.a : Tidak seorangpun satupun seorang nabi yang diutus Allah melainkan ia (dipilih) dari kalangan pemuda saja (yakni antara 30-40 tahun). Begitu pula tidak ada seorang alimpun yang diberi ilmu melainkan ia (hanya) dari kalangan pemuda saja . Kemudian Ibnu Abbas membaca firman Allah SWT : Mereka berkata: kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim. (QS Al Anbiya :60, lihat Tafsir Ibnu Katsier III, hal. 183). Tentang Nabi Ibrahim, Al Qur an lebih jauh menjelaskan bahwa beliau telah melakukan debat dengan kaumnya, menentang peribadatan mereka kepada patung-patung yang sama sekali tidak memberikan manfaat dan mendatangkan mudlorot. Saat itu Beliau belum dewasa, sebagaimana tertera dalam firman Allah SWT, dalam Al Qur an Surat Al Anbiya : 51-56. Islam adalah peraturan hidup yang lengkap dan sempurna dimana setiap aspekehidupan telah diatur secara lengkap dan sempurna didalam Kitabullah dan dicontohkan oleh Rasulullah SAW semasa hidupnya. Islam mewajibkan ummatnya untuk menyeru (mendakwahkan) aturan (nidzam) yang shahih ini kepada seluruh umat manusia tanpa terkecuali dan tanpa dibatasi oleh wilayah tertentu sebagaimana kedudukan Islam yang bersifat universal. Hal inipun telah ditempuh oleh Rasulullah dan oleh para sahabat beliau mulai dakwah di Makkah selama kurang lebih 13 tahun hingga hijrah ke Madinah dan mendirikan masyarakat Islam yang pertama di sana. Kehidupan beliau adalah kehidupan yang berprinsip dakwah; menyeru manusia agar menjadikan Islam ini sebagai satu-satunya aturan hidup mereka serta membebaskan manusia dari penghambaan terhadap sesamanya. Keberhasilan dakwah Rasulullah SAW adalah metode yang harus diikuti oleh para kalangan pemuda Islam; menempatkan dakwah sebagai prioritas utama didalam perjalanan hidupnya dalam rangka mewujudkan kembalinya masyarakat Islam yang telah hilang sejak runtuhnya kekhilafahan Turki Utsmani pada tahun 1924.Kita bisa menyaksikan keteguhan para sahabat generasi pertama-yang kebanyakan berasal dari kalangan pemuda, bahkan masih ada yang kecil dan belum dewasa- didalam memperjuangkan Islam .dan mengibarkan panji laa ilaha illallahu muhammadurrasulullah ke seluruh penjuru dunia. Dari curahan potensi merekalah, Islam berhasil menyingkirkan segala macam kekuatan pada waktu itu, semisal Persia dan Romawi, yang selanjutnya menjadi mercusuar peradaban dunia. Merekalah para pahlawan Islam. Sosok pemuda sejati harapan Islam yang layak mendapat gelar Khoiru Ummah , ummat terbaik sebagai suri tauladan dan cermin bagi generasi muda Islam masa kini dan mendatang.Tercatatlah dalam lembar sejarah Islam dengan tinta emas pemuda-pemuda pendamping gerakan dakwah yang dilakukan oleh Rasulullah sekaligus terlibat langsung bersama Rasulullah. Kredibilitas mereka betul-betul telah teruji secara alami dengan penempaan dan bimbingan langsung dari Rasululah. Sosok-sosok sekaliber Ali bin Abi Thalib (8 th), Abdullah ibnu Mash ud (14 th), Sa ad bin Abi Waqash (17th), Ja far bin Abi Thalib (18th), Utsman bin Affan (20th), Mush ab bin Umair (24th), Umar bin Khaththab (26th), Bilal bin Rabah (30 th), Abu Bakar Ash Shiddiq (37 th) dan ribuan pemuda Islam pada masa keemasan Islam merupakan tauladan yang yang sungguh tak ternilai harganya. Keteguhan dan keistiqomahan mereka didalam merasakan pahit getirnya dakwah adalah sikap yang hendaknya dipahami secara menyeluruh bahwa setiap aktivitas dakwah membutuhkan pengorbanan baik waktu, tenaga, harta, keluarga bahkan jiwa sekalipun sebagaimana mereka mempertahankan keistiqomahan pemikiran-pemikiran mereka dan beristiqomah untuk tetap memperjuangkannya meskipun bahaya menghadang mereka yang resikonya antara hidup dan mati. Pemuda yang mempunyai idealisme Islam bukanlah mereka yang mudah terpengaruh oleh ide-ide di luar Islam yang bertentangan dengan Islam itu sendiri. Dan juga tidak mudah terbawa arus pemikiran dan slogan-slogan serangan dari ideologi lain yang rusak seperti Kapitalisme dan Demokrasi, Pluralisme, Hak Azasi Manusia, Politik Pasar Bebas, Ide Globalisasi yang nantinya akan justru menghancurkan dakwah Islam itu sendiri. Merekapun tidak mengambil Thoriqoh dakwah yang salah hanya disebabkan masyarakat memandang aneh konsep dakwahnya, tetapi mereka tetap berpegang teguh sebagaimana Rasulullah SAW mengajarkan sekalipun tidak sedikit yang diantara manusia yang dengan sengaja menghalang-halangi dakwah mereka tersebut. Ujian-ujian semisal pemboikotan, ancaman dan sebagainya dianggap sebagai suatu yang alamiah yang akan menimpa orang-orang yang senantiasa berjuang untuk mengembalikan kehidupan Islam.Dakwah mereka tidak hanya mencari sisi-sisi yang manis saja agar kehidupan mereka terjamin atau dakwah dijadikan sebagai sebagai lahan bisnis yang menguntungkan ditengah pasar masyarakat yang sedang kritis dan goncang. Tapi mereka tampil memimpin ummat sebagai pemimpin dakwah dengan berjalan pada thoriqoh yang benar dan selalu siap menghadapi segala sesuatu dengan selalu berpegang teguh pada aqidah Islam. Artinya, apabila terdapat sesuatu yang bertentangan dengan aqidah Islam mereka akan segera tampil untuk mengajak masyarakat kepada keyakinan yang benar. Sikap seperti ini tentunya akan membuat mereka memiliki pendirian yang teguh, keistiqomahan yang teruji, konsisten terhadap Islam, tahan banting dan tidak mudah tertipu oleh isu-isu yang dihembuskan oleh ideologi Kapitalis,maupun Sosialis-Komunis. Dengan demikian maka pemuda Islam adalah mereka yang telah memberikan loyalitas mereka hanya kepada Allah dan kepada Rasulnya dan kepada orang-orang mu min dalam rangka meraih kemuliaannya dengan membebaskan manusia dari jurang kenistaan menuju rahmat lil alam. Sesungguhnya Allah SWT telah berfirman yang artinya : Sesungguhnya penolong kamu adalah Allah , RasulNya, dan orang-orang yang beriman , yang mendirikan sholat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah) . Dan barangsiapa mengambil Allah, RasulNya, dan orang-orang beriman menjadi penolongnya maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang (QS. Al Maidah :55-56).
PEMUDA ISLAM DAN TARGET MEMPERBAIKI MASYARAKAT
Para pemuda Islam yang ada dalam kelompok dakwah hendaknya berusaha untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat secara keseluruhan terhadap ide-ide dan sistem Islam yang dikembangkannya dalam masyarakat serta kepercayaan dan dukungan masyarakat terhadap kelompok gerakan dakwah tersebut tanpa memperhatikan jumlah suara mayoritas.Sebab, ummat Islam pasti menerima ide-ide dan tunduk pada hukum-hukum Islam, serta suatu saat mau berjuang untuk Islam bersama-sama dengan para pengemban dakwah. Demikianlah tugas yang wajib diemban oleh setiap generasi muda muslim di dalam menyebarkan Dakwah Islam hingga tercapainya masyarakat Islam yang khas dan unik serta berbeda dengan masyarakat yang lain. Setiap pemuda Islam harus meyakini bahwa Islam akan dimenangkan atas seluruh agama, termasuk seluruh ideologi baik itu kapitalisme, Sosialis-Komunisme, serta aliran-aliran, pemahaman atau filsafat yang hina walaupun tidak bernama agama.
GENERASI MUDA ISLAM : SEBUAH KEHARUSAN MASA DEPAN
Sesungguhnya kebangkitan ummat manusia terletak pada pemikiran yang dimilikinya. Kebangkitan tidak tergantung pada sains dan teknologi. Mengambil langkah membangkitkan (mengaktualisasikan) generasi muda dari segi ekonomi ataupun sains dan teknologi adalah cara yang salah dan kurang bijaksana. Kebangkitan yang haqiqi bisa tercapai apabila dimulai dari kebangkitan berpikir. Pemikiran adalah motor penggerak manusia. Baik buruknya seseorang akan bergantung pada pola berpikirnya (pemikiran yang dimilikinya). Dialah (pemikiran) yang membimbing manusia dari jalan kehidupannya. Jika pemikirannya benar/islamy maka luruslah jalannya, dan ia tidak tersesat. Tetapi jika pemikirannya gelap/kacau (teracuni oleh aqidah selain Islam) bisa dipastikan jalan kegelapan yang membinasakanlah akan menjadi tujuan akhir mereka. Demikian juga dengan pembinaan generasi muda Islam. Untuk menggapai seperti apa yang pernah pemuda Islam pada masa Rasulullah SAW dan sahabatnya yang melandaskan aqidahnya hanya kepada Islam dan melandaskan pola berpikirnya juga kepada Islam semata. Dia tidak menganggap baik segala pemikiran tentang kehidupan yang berasal dari hadloroh (peradaban) barat, prinsip-prinsip kapitalisme dan sejenisnya. Mereka harus berjuang dengan kesungguhan untuk memahami Al Islam dengan segala aspeknya. Diharapkan dengan membina diri sesuai dengan tuntutan Islam, pada gilirannya seorang pemuda Islam akan memiliki kesadaran politik . Yang dimaksud dengan kesadaran politik bukanlah kesadaran terhadap situasi politik, posisi internasional, maupun peristiwa-peristiwa politik. Sebab kesadaran terhadap peristiwa politik dan sejenisnya hanyalah upaya untuk memahaminya. Sedangkan yang dimaksud memiliki kesadaran poliik adalah upaya manusia (pemuda) untuk memahami bagaimana melayani urusannya (ummatnya).Kesadaran politik adalah suatu pandangan yang universal mencakup seluruh dunia internasional dengan sudut pandang yang khas (tertentu). Pandangan universal tanpa melalui sudut pandang yang khas adalah pandangan yang dangkal, dan bukan merupakan kesadaran politik. Begitu pula pandangan yang bersifat regional adalah pandangan yang sempit dan tidak dapat membentuk kesadaran politik yang shohih. Kesempurnaan kesadaran politik tergantung oleh 2 (dua) unsur : pertama adalah pandangan yang universal, dan yang kedua pandangan tersebut harus bertolak dari pandangan yang khas, dari manapun asalnya, bisa merupakan mabda atau ide-ide tertentu. Dalam hal ini , ia haruslah mendasarkan kesadaran politiknya kepada mabda Islam. Ia sanggup memandang peristiwa yang terjadi dengan standart dan mendasarkan pandangannya hanya dari sudut pandang Islam. Karena kesadaran politik dengan sendirinya memastikan adanya perjuangan pada diri manusia yang dikerahkan untuk membentuk persepsi tertentu tentang kehidupan dimana mereka berada, maka seorang pemuda seharusnya memiliki kesadaran politik tersebut. Ia tidak akan senang, kecuali menghadapi segala macam kesulitan untuk memenuhi segala macam tanggung jawabnya. Seorang pemuda Islam yang memiliki kesadaran politik secara otomatis akan tertuntut untuk terjun ke dalam kancah perjuangan melawan setiap pandangan yang berlawanan dengan pandangan persepsinya. Tanpa adanya kesadaran politik, tidak akan terealisasi nilai-nilai yang agung. Keadaan ummat Islam akan semakin memburuk sehingga hilanglah sebab-sebab yang mendatangkan kemajuan dan kemuliaan serta kebangkitan ummat (pemuda) Islam. Dan ini adalah tanggung jawab di pundak masing-masing diri yang merasa dirinya sebagai sosok pemuda/generasi Islam!

Anshoruddien

0 Comments:

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home